Rabu, 10 Juni 2009

Kewirausahaan : Observasi Dunia Usaha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam perkembangannya es krim ( ice cream ) ternyata sudah ada di Indonesia sejak zaman penjajahan Indonesia oleh belanda. Tapi tak jelas bagaimana cara es krim tersebut bisa sampai ke Indonesia. Seiring dengan perkembangannya es krim kini banyak diproduksi tidak hanya oleh pabrik-pabrik besar, tetapi juga telah banyak diproduksi oleh industri rumahan seperti industri rumahan es krim milik Bapak Enjang.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang tersebut diatas penulis mencoba mengidentifikasi masalah sebagai berikut :

· Bagaimana cara produksi es krim skala industri rumahan ( home industry) ?

· Bagaimana cara pemasaran yang dilakukan produksi es krim industri rumahan ( home industry ) ?

1.3 Maksud Dan Tujuan Observasi

Maksud dari observasi yang penulis lakukan adalah untuk mengumpulkan data guna menyimpulkan tentang proses produksi es krim ( ice cream ) skala industri rumahan ( home industry ).

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui bahan- bahan yang digunakan dalam pembuatan es krim skala industri rumahan ( home industry ).

2. Untuk mengetahui cara bagaimana proses produksi es krim ( ice cream ).


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Berdirinya Perusahaan

Pertama kali Bapak Enjang memulai usahanya, terlebih dahulu Bapak Enjang menjadi pegawai di industri rumahan es krim milik orang lain ( saat itu lokasi tempat Bapak Enjang bekerja tidak begitu jauh dari rumahnya). Hingga pada suatu saat Bapak Enjang memiliki modal sendiri untuk membuka usaha industri rumahan ( home industry ) es krim dengan alat-alat yang masih minim. Saat itu Bapak Enjang belum mampu untuk membeli mesin putar untuk es krimnya. Hal ini mengharuskan Bapak Enjang untuk menyewa mesin putar es krim milik orang lain. Seiring dengan persaingan yang sangat ketat akhirnya Bapak Enjang memutuskan untuk membeli sendiri mesin putar es krim dengan alas an ingin lebih cepat dalam proses produksi es krim. Hal tersebut berbuah hasil yang cukup maksimal sampai pada akhirnya Bapak Enjang memiliki beberapa pelanggan.

2.2 Modal awal

Modal awal yang Bapak Enjang miliki saat pertama kali membuka usahanya adalah + Rp. 50.000,- . Biaya tersebut hanya mampu untuk membeli bahan-bahan untuk membuat es krim saja.

2.3 Proses Pengolahan

Proses pengolahan es krim yang dilakukan adalah sebagai berikut :

· Kelapa yang telah dikupas dan dibersihkan lalu diparut dengan mesin pemarut kelapa. Kemudian parutan kelapa tersebut dicampurkan dengan air matang yang tidak terlalu mendidih untuk kemudian diambil santannya.

· Campurkan bahan lain seperti tepung terigu, tepung kanji, susu bubuk, telur, hunkwe dan esens (perasa buah). Setelah tercampur lalu masukan santan ( ½ nya dari adonan santan ). Kemudian didihkan diatas api sedang selama + 5 menit dan sebelum diangkat masukkan terlebih dahulu mentega putih. Lalu aduk sampai rata. Angkat dan tunggu sampai adonan tidak terlalu panas. Setelah agak dingin masukkan adonan ke dalam tabung es dan tambahkan gula pasir, susu kaleng serta sisa santan. Lalu masukkan tabung es tersebut ke dalam mesin pemutar es yang telah diberi garam dan es batu dipinggiran tabung es. Setelah 30 menit angkat tabung es. Dan masukkan tabung es tersebut ke dalam box es krim yang telah diberikan es batu dan garam dipinggiran box es krim tersebut.

2.4 Pemasaran

Untuk proses pemasaran es krim Bapak Enjang ini dipasarkan oleh anak-anak dan menantu-menantunya dengan cara keliling dengan dorongan. Selain itu pemasaran lain yang dilakukan adalah dengan cara pemesanan via telpon. Kebanyakan dari pemesanan via telpon ini biasanya untuk acara-acara seperti resepsi pernikahan, ulang tahun.

2.5 Pendapatan

Bapak Enjang menjual es krim per satu tabung es dengan harga Rp. 200.000,- dengan modal per tabung es nya sebesar Rp.80.000 sampai dengan Rp.100.000,- ( untuk bahan-bahan ). Harga jual es krim dengan Rp.200.000,- tersebut belum termasuk biaya pengiriman es krim ( biaya disesuai jarak tempuh ). Jadi pendapatan Bapak Enjang untuk satu tabung es + berkisar antara Rp.250.000,-. Pendapatan tersebut masih harus dipotong untuk biaya lainnya.

2.6 Karyawan

Dalam memproduksi es krim Bapak Enjang tidak merekrut karyawan dari luar keluarganya. Jadi kebanyakan yang membantu Pak Enjang dalam proses produksi es krim ini adalah istri, anak-anak serta menantunya.

2.7 Supplier

Bapak Enjang mendapatkan bahan-bahan untuk produksi es krim nya adalah dari pengepul kelapa ( khusus hanya untuk bahan baku kelapa). Sedangkan untuk bahan-bahan lain biasanya didapat dari agen atau warung-warung.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kesimpulan dari hasil observasi yang penulis lakukan adalah sebagai berikut :

1. Es krim sudah ada di Indonesia khususnya pada saat masa penjajahan belanda.

2. Proses produksi es krim skala industri rumahan masih menggunakan alat-alat yang sederhana.

3. Produksi es krim rumahan tidak kalah bersaing dengan produksi es krim pabrikan.

3.2 Saran

Saran yang dapat penulis sampaikan untuk para pengusah es krim skala industr rumahan ( home industry ) adalah melakukan terobosan-terobosan baru untuk menarik minat konsumen misalnya dengan menambah varian rasa es krim, membuat kemasan es krim semenarik mungkin. Selain itu proses promosi pun lebih ditingkatkan lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar